Minggu, 01 Januari 2012
dalam pelukan bunda
Foto diambil menggunakan galaxy s. Edit pake picsay pro. Photoshop express. Upload via blogger droid. Semua via android.
Selasa, 03 Mei 2011
Rabu, 09 Maret 2011
Nurdin dan Rasa Malu...
Malu adalah sebagian dari iman. Semakin tidak ada iman, maka semakin tak punya rasa malu. Tentu saja jika ini terjadi, seseorang akan nekad melakukan apapun sesuai keinginan nafsu liarnya. Tak peduli cemoohan apalagi nasihat dari orang orang di sekitar. Sangat berbahaya jika urat malu kita sudah terputus, itu sama saja dengan rem yang tidak lagi berfungsi pada sebuah kendaraan. Jika sudah begini, kecelakaanlah akibatnya. Maka wajar Rosulullah sejak dahulu sudah mengingatkan akan urgensi memiliki rasa malu. Dalam sabdanya beliau mengatakan, " Jika Allah berkehendak menghancurkan sebuah kaum maka Allah akan mencabut rasa malu dari mereka" Bahkan beliau mempertegas bahwa tema " rasa malu " ini adalah menjadi tema yang diajarkan oleh nabi nabi terdahulu. " sesungguhnya sesuatu yang sudah diketahui manusia dari perkataan nabi nabi terdahulu adalah : jika kalian tidak punya rasa malu, maka berbuatlah sesuka kalian ! ".Rabu, 02 Maret 2011
Imam solat 'Favorit' Kita
Solat berjamaah selalu meninggalkan cerita. Ada pengalaman solat bersama suasana khusyuk penuh keharuan. Disentuh suara imam yang menghentakkan perasaan. Ada juga pengalaman solat kepanjangan, yang membuat kaki kaki pegal tak karuan. Malahan, ada yang jatuh ambruk karena tak tahan. Beda dengan cerita yang satu ini. Solat berjamaah yang selalu menjadi bahan pembicaraan. Apa yang dibicarakan ? Tentang apa ? Tentang Imam 'favorit' yang sering jadi bahan perbincangan.
Sangat terkenal karena memimpin solat begitu panjang. Hampir semua kompak bersepakat, nih imam kepanjangan. Berdirinya, rukunya, sujudnya, duduknya. Lengkap. Sangat tuma'ninah. Memang sudah seharusnya kita tuma'ninah. Tapi bedanya, tuma'ninahnya kelamaan. Padahal solat solat lain yang pernah kurasakan, bahkan dengan imam yang kapasitasnya lebih, gak gini gini amat. Pernah suatu ketika, ketika ikut solat bersamanya. Satu surat panjang bisa selesai dalam satu rokaat. Wihh..Lumayan juga. Ternyta, bukan cuma berdirinya, ruku sujud dan lainnya, tidak jauh beda. Sama sama panjang.
Makanya dari pada solat tidak khusyuk karena menggerutu, lebih baik saya belok cari jamaah lain di masjid sebelah. Sebenarnya cara saya ini gak terlalu mencolok. Menghindar dari solat yang menggerutu dengan cara halus. Mengendap ngendap keluar cari masjid lain. Parahnya, ada sebagian teman teman yang jelas jelas melakukan 'kudeta'. Padahal jelas beliau masih memimpin solat jamaah (dalam keadaan masbuk), tapi ya demi solat yang nyaman tanpa tekanan, akhirnya yang datang kemudian memilih membuat jamaah baru. Tentu saja dengan Imam yang standar paket kilat. Nah ini baru Imam Favorit!
Sangat terkenal karena memimpin solat begitu panjang. Hampir semua kompak bersepakat, nih imam kepanjangan. Berdirinya, rukunya, sujudnya, duduknya. Lengkap. Sangat tuma'ninah. Memang sudah seharusnya kita tuma'ninah. Tapi bedanya, tuma'ninahnya kelamaan. Padahal solat solat lain yang pernah kurasakan, bahkan dengan imam yang kapasitasnya lebih, gak gini gini amat. Pernah suatu ketika, ketika ikut solat bersamanya. Satu surat panjang bisa selesai dalam satu rokaat. Wihh..Lumayan juga. Ternyta, bukan cuma berdirinya, ruku sujud dan lainnya, tidak jauh beda. Sama sama panjang.
Makanya dari pada solat tidak khusyuk karena menggerutu, lebih baik saya belok cari jamaah lain di masjid sebelah. Sebenarnya cara saya ini gak terlalu mencolok. Menghindar dari solat yang menggerutu dengan cara halus. Mengendap ngendap keluar cari masjid lain. Parahnya, ada sebagian teman teman yang jelas jelas melakukan 'kudeta'. Padahal jelas beliau masih memimpin solat jamaah (dalam keadaan masbuk), tapi ya demi solat yang nyaman tanpa tekanan, akhirnya yang datang kemudian memilih membuat jamaah baru. Tentu saja dengan Imam yang standar paket kilat. Nah ini baru Imam Favorit!
Selasa, 01 Maret 2011
Diuji semakin jadi
Berat rasanya mendorong diri ini untuk kembali pulih. Pulih semangatnya, pulih mentalitasnya, pulih jadwalnya, pulih ibadahnya, pulih aktivitinya. Beban beban itu semakin hari semakin menggerogoti. Bukan beban biasa dan bukan juga luar biasa. Tapi beban diluar kebiasaan. Sungguh enak berkata kata, ujian adalah sarana meningkatkan derajat iman, ujian adalah bentuk kasih sayang Allah, ujian adalah bla bla.. Jika ujian membuat pelakunya semakin soleh, itu yang kita harapkan. Semakin dekat sama Allah, itu yang kita inginkan. Yang masalah adalah jika ujian ini berbuah pahit Istidraj. Ini yang berbahaya. Lambat laun beban kehidupan menjadikan diri semakin jauh dengan tuhan. Kalau sudah begini, darimana lagi datangnya kekuatan ??
Langganan:
Postingan (Atom)







