Solat berjamaah selalu meninggalkan cerita. Ada pengalaman solat bersama suasana khusyuk penuh keharuan. Disentuh suara imam yang menghentakkan perasaan. Ada juga pengalaman solat kepanjangan, yang membuat kaki kaki pegal tak karuan. Malahan, ada yang jatuh ambruk karena tak tahan. Beda dengan cerita yang satu ini. Solat berjamaah yang selalu menjadi bahan pembicaraan. Apa yang dibicarakan ? Tentang apa ? Tentang Imam 'favorit' yang sering jadi bahan perbincangan.
Sangat terkenal karena memimpin solat begitu panjang. Hampir semua kompak bersepakat, nih imam kepanjangan. Berdirinya, rukunya, sujudnya, duduknya. Lengkap. Sangat tuma'ninah. Memang sudah seharusnya kita tuma'ninah. Tapi bedanya, tuma'ninahnya kelamaan. Padahal solat solat lain yang pernah kurasakan, bahkan dengan imam yang kapasitasnya lebih, gak gini gini amat. Pernah suatu ketika, ketika ikut solat bersamanya. Satu surat panjang bisa selesai dalam satu rokaat. Wihh..Lumayan juga. Ternyta, bukan cuma berdirinya, ruku sujud dan lainnya, tidak jauh beda. Sama sama panjang.
Makanya dari pada solat tidak khusyuk karena menggerutu, lebih baik saya belok cari jamaah lain di masjid sebelah. Sebenarnya cara saya ini gak terlalu mencolok. Menghindar dari solat yang menggerutu dengan cara halus. Mengendap ngendap keluar cari masjid lain. Parahnya, ada sebagian teman teman yang jelas jelas melakukan 'kudeta'. Padahal jelas beliau masih memimpin solat jamaah (dalam keadaan masbuk), tapi ya demi solat yang nyaman tanpa tekanan, akhirnya yang datang kemudian memilih membuat jamaah baru. Tentu saja dengan Imam yang standar paket kilat. Nah ini baru Imam Favorit!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar