Rabu, 09 Maret 2011

Nurdin dan Rasa Malu...

Malu adalah sebagian dari iman. Semakin tidak ada iman, maka semakin tak punya rasa malu. Tentu saja jika ini terjadi, seseorang akan nekad melakukan apapun sesuai keinginan nafsu liarnya. Tak peduli cemoohan apalagi nasihat dari orang orang di sekitar. Sangat berbahaya jika urat malu kita sudah terputus, itu sama saja dengan rem yang tidak lagi berfungsi pada sebuah kendaraan. Jika sudah begini, kecelakaanlah akibatnya. Maka wajar Rosulullah sejak dahulu sudah mengingatkan akan urgensi memiliki rasa malu. Dalam sabdanya beliau mengatakan, " Jika Allah berkehendak menghancurkan sebuah kaum maka Allah akan mencabut rasa malu dari mereka"  Bahkan beliau mempertegas bahwa tema " rasa malu " ini adalah menjadi tema yang diajarkan oleh nabi nabi terdahulu. " sesungguhnya sesuatu yang sudah diketahui manusia dari perkataan nabi nabi terdahulu adalah : jika kalian tidak punya rasa malu, maka berbuatlah sesuka kalian ! ".


Hal ini terbukti dan nyata terjadi. Kehancuran sebuah bangsa diawali dari bibit malu yang mulai menghilang dari dalam diri seseorang.  Begitupun sebaliknya, modal tumbuhnya sebuah bangsa diawali dari bibit rasa malu yang berkembang pada diri seseorang. Dimulai dari rasa malu kepada diri sendiri, malu kepada keluarga, malu kepada masyarakat, terlebih lagi malu kepada Allah Swt. Kita ambil contoh, berkembangnya Negara China yang kemudian menjadi negara yang disegani oleh dunia, dimulai dari ditumbuhkannya kembali budaya malu oleh para pemimpin negeri tersebut. Buktinya, sebagai representasi dari rasa malu yang mereka pelihara, tidak segan segan jika ada diantara mereka yang merasa gagal memimpin organisasi, lembaga atau pemerintahan, akan dengan sendirinya mundur dari jabatan. Tanpa didemo, tanpa diintimidasi. Mereka akan tahu diri. Jika tidak mampu, ya mundur. Daripada menanggung rasa malu kepada masyarakat akibat kegagalannya. Bagi mereka itu lebih terhormat dibandingkan tetap mempertahankan jabatan dengan berbagai alasan dan dalih pembelaan.

Beda dengan negara yang satu ini, Indonesia. Budaya Timur yang terkenal dengan nuansa budaya malu sepertinya mulai menghilang dari jatidiri bangsa besar ini. Terutama para pemimpin pemimpinnya yang sangat jelas tidak punya rasa malu. Hal ini ditandai dengan munculnya orang orang bermuka tebal dan berkuping tuli. Entah setan apa yang merasuki ke jiwanya yang membuat sulit menerima keadaan bahwa dirinya tidak layak jadi pemimpin. Sering nongol ditelevisi akibat ulahnya yang keras kepala ngotot mempertahankan jabatan yang katanya bergengsi itu. Berbagai cara coba dilakukan dari mulai cara kasar sampai cara halus yang terkesan sesuai jalur hukum dan demokratis. Padahal semua tahu, itu semua adalah akal akalan seorang penjahat kelas kakap mantan Narapidana yang kemungkinan akan kembali menjadi Narapidana.

Entah sampai kapan kisruh ini berlanjut. Yang jelas, karena sudah putus urat malunya, sampai nyawa masih dikandung badan apapun akan diperjuangkan demi obsesi yang menjanjikan.

Nurdin Nurdin...Namamu norak tapi terkenal........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar